TANTANGAN PENYIAPAN DOKUMEN BEST PERFORMANCE EXCELLENCE (BPE) DALAM KONDISI SAAT INI DI DANA PENSIUN TELKOM

Oleh Tantri Sujiwati

BEST Perfomance Excellence (BPE) 2020 diselenggarakan dengan tujuan dokumen perusahaan diharapkan mampu memandu mendorong implementasi dan perbaikan demi kemajuan perusahaan untuk mencapai purpose, visi, dan misi. Dokumen ini mengacu pada Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN, berbasiskan pada nilai-nilai inti dan konsep yang didasarkan pada Business Excellence Framework (Malcolm Baldrige Criteria), serta tata cara pelaksanaan penilaian Best Performance Excellence (*mengganti istilah/penamaan “Best Unit” pada tahun sebelumnya), baik dari sisi Proses dan Hasil, di lingkungan TelkomGroup. Sistem pengukuran kinerja/performansi unit-unit di internal TelkomGroup yang berbasis Malcolm Baldrige/KPKU BUMN memperhatikan aspek-aspek tujuh kategori dan kriteria yang diinterpretasikan atau disesuaikan (customized) sesuai dengan bisnis model di masing-masing unit dan dalam penilaiannya mengacu pada kaidah-kaidah ADLI (Approach, Deployment, Learning dan Integration) dan LeTCI (Level, Trend, Comparation dan Intregation).

Kegiatan Best Performance Excellence ini mulai dilaksanakan 10 Februari 2020, Dana Pensiun Telkom (Dapentel) berpartisipasi aktif dalam menyampaikan dokumen Best Performance Excellence 2020. Ditengah perjalanan masa periode penyampaian dokumen BPE, dunia dilanda wabah penyebaran virus Corona Covid-19 dan termasuk Indonesia. Dalam upaya preventif pencegahan virus Covid 19 di TelkomGroup, maka target submit dokumen BPE diperpanjang menjadi 31 Maret 2020.

Dapentel tetap berupaya menghasilkan karya terbaik dalam hal ini penyampaian dokumen BPE yang berkualitas dengan selalu memperhatikan risiko dan tantangan yang ada. Dalam upaya preventif penyebaran virus Covid-19, Dapentel memberlakukan pembagian pekerjaan yaitu Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH). Hal ini menjadi sebuah tantangan baru yang harus dihadapi Tim BPE Dapentel dalam menyelesaikan pekerjaan dan penyiapan dokumen, oleh Karena itu diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang lebih efektif dari tim yang melibatkan berbagai unit dan bidang.

Dengan menetapkan tujuan yang jelas dari Ketua Tim Penyusunan BPE Dapentel yang diharapkan bisa melakukan submit sebelum 31 Maret 2020, maka pelaksanaan pekerjaan menjadi bersifat lebih fleksibel dengan komitmen dan tanggung jawab penuh dari setiap anggota tim. Disamping itu, setiap koordinator tim mencoba menampung berbagai usulan ide yang bersifat membangun dalam upaya percepatan submit dengan tetap mempertahankan kualitas terbaik. Setiap PIC dari masing-masing kategori selalu melaporkan update posisi pekerjaan secara berkala dalam bentuk persentasi penyelesaian pekerjaan dibandingkan dengan target dan masing-masing koordinator akan selalu melakukan review dan evaluasi atas hasil pekerjaan. Integrasi hasil/output dari suatu proses antar kategori adalah suatu bentuk keberhasilan mengelola keseluruhan kinerja unit organisasi, hal inilah yang menjadi concern utama tim BPE Dapentel dalam penyusunan dokumen. Kolaborasi juga dilakukan dengan melakukan koordinasi efektif melalui media online maka informasi antar tim akan selalu ter-update. Sehingga diharapkan Dapentel dapat melakukan submit tepat waktu dengan tetap menghasilkan karya terbaik.

TEKAD DANA PENSIUN TELKOM SEBAGAI ROLE MODEL PENGELOLAAN DANA PENSIUN DI INDONESIA DENGAN KONSEP BUSINESS EXCELLENCE MODEL

Oleh R. Herna Gunawan

DANA Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dana Pensiun Telkom merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja yang mengelola dan menjalankan program Manfaat Pasti yang menjanjikan Manfaat Pensiun secara berkesinambungan bagi sebagian atau seluruh karyawan PT. TELKOM.

Dasar penyelenggaraan Dapen Telkom berpedoman pada Peraturan Dana Pensiun dari Dapen Telkom yang terakhir diperbaharui dengan Peraturan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Nomor PD.207.04/r.02/PS950/COP-J2000000/2017 tanggal 7 Juni 2017 tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dapen Telkom yang telah disahkan oleh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-34/NB.1/2017 tanggal 15 Juni 2017 tentang Pengesahan atas Peraturan Dana Pensiun dari Dapen Telkom.

Peserta Dapen Telkom adalah karyawan PT Telkom yang telah memenuhi persyaratan dan telah diangkat oleh Direksi sebagai pegawai tetap/karyawan tetap perusahaan sebelum 1 Juli 2002. Jumlah peserta Dapen Telkom per 31 Desember 2019 sebanyak 40.597 orang.

Peserta Dapen Telkom terdiri dari:

  1. Peserta Aktif adalah karyawan PT Telkom yang belum memasuki usia pensiun.
  2. Penerima Manfaat Pensiun adalah Pensiunan, Janda/Duda atau Anak, yang berhak menerima Manfaat Pensiun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Mantan Karyawan adalah Peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia pensiun dipercepat, dan telah mempunyai masa kepesertaan sekurang-kurangnya tiga tahun serta tidak mengalihkan dananya ke Dana Pensiun lain.

Dalam upaya membayarkan Manfaat Pensiun secara berkesinambungan kepada peserta sesuai dengan Misi Dana Pensiun Telkom “ Memelihara kesinambungan Pembayaran Manfaat Pensiun secara tepat waktu, tepat jumlah dan tepat penerima” maka Dana Pensiun Telkom dituntut untuk “Mengembangkan dana secara optimal dan aman melalui pelaksanaan praktik-praktik terbaik serta meningkatkan pelayanan”.

Pengembangan Dana secara optimal harus melalui suatu perencanaan dan strategi yang matang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi serta Analisa yang cukup mumpuni dan model bisnis yang dirancang senantiasa menghasilkan keunggulan kinerja perusahaan yaitu dicapainya kondisi performansi bisnis yang unggul di atas rata-rata industri sejenis sesuai visi dan misi perusahaan.

Dalam menjalankan misinya, operasional pengelolaan Dapen Telkom didukung dengan kapabilitas dan kapasitas organisasi yang memadai melalui leadership yang berkualitas, struktur organisasi yang didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang kompeten dengan kuantitas optimal, sistem informasi yang handal, serta pengelolaan operasional yang mumpuni melalui penerapan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) dengan fondasi dasar budaya perusahaan The Dapen Telkom Ways. Dengan penerapan model pengelolaan yang baik telah mengantarkan Dapen Telkom mencapai kinerja terbaik selama beberapa tahun terakhir, disertai dengan beberapa pengakuan baik internal maupun eksternal TelkomGroup.

Konsep kinerja unggul (Performance Excellence) berbasis KPKU ini merupakan suatu tools kesisteman yang embeded dengan pengelolaan sehari-hari perusahaan dan mampu menjadi alat untuk menelusuri dari visi, misi, sasaran strategis, strategi initiative sampai dengan action plan dan pelacakan pencapaian kinerjanya sesuai portofolio bisnis.

Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) yang diadopsi dan diadaptasi dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence yang kemudian dikembangkan dan diterapakan dalam lingkungan Kementerian BUMN, pada prinsipnya merupakan metodologi yang mendorong peningkatan performansi perusahaan. Karenanya, implementasi KPKU sejalan dengan spirit transformasi agar perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing secara kompetitif.

Metodologi KPKU mendorong tata kelola perusahaan yang terintegrasi baik mengenai aspek Leadership, Strategic Planning, Pengelolaan Pelanggan, Pengukuran & Analisis Kinerja dan manajemen pengetahuan, serta pengelolaan tenaga kerja maupun operasional. Sehingga kinerja perusahaan adalah merupakan hasil dari proses yang excellent. Dengan implementasi yang konsiten serta pelaksanaan program Best Unit secara tahunan, yaitu melakukan asesmen Telkom Quality Performance Management System di lingkungan TelkomGroup yang referensi utamanya berdasarkan metodologi KPKU dengan penambahan aspek-aspek yang menjadi focus utama perusahaan, diharapkan dapat menumbuhkan budaya kinerja excellent di lingkungan TelkomGroup. Dampak yang diharapkan tentunya secara khusus mendorong pertumbuhan dan daya saing perusahaan, serta secara umum akan menumbuhkan industri.

Pemaparan tentang KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) disampaikan oleh Bapak Yayat Sutaryat dari TelkomGroup pada acara Forum Komunikasi Dapen yang digelar di Gedung Dana Pensiun Telkom Bandung atas prakarsa Perkumpulan ADPI (Asosiasi Dana Pensiun Indonesia) dalam upaya memajukan dan meningkatkan pertumbuhan industri dana pensiun sekaligus memperkuat para anggotanya agar mampu memenuhi amanahnya dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menyejahterakan para peserta atau para pensiunannya.

PELEPASAN PEGAWAI DANA PENSIUN TELKOM SAMBIL BERJEMUR DI BAWAH SINAR MATAHARI PAGI

Oleh R. Herna Gunawan

TIDAK ada yang abadi di dunia ini. Manusia selalu punya batasan waktu dalam segala hal. Salah satunya adalah dalam hal pekerjaan. Hal yang membuat seseorang bisa bertahan hidup adalah dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu setiap orang ingin bekerja. Semua ingin bekerja karena tuntutan ekonomi dan sosial.

Sayangnya memang tidak semua berjalan sesuai keinginan manusia. Ketika seseorang telah bekerja bertahun-tahun, suatu saat dirinya juga harus berhenti karena pensiun. Pekerjaan punya batasan waktu atau dalam hal ini, usia. Jika seseorang telah mencapai batas usia yang ditentukan untuk pensiun, maka dirinya harus berhenti bekerja. Meskipun kinerja sesorang bagus, sudah mengabdi begitu lama, atau juga telah berjasa banyak untuk pekerjaan tersebut, pada akhirnya dirinya harus menerima dengan lapang dada bahwa usia tidak bisa dilawan.

Tepat pada 1 April 2020, keryawan Dana Pensiun Telkom ada yang memasuki masa purnabhakti, yaitu Bapak Muslikhudin dan Ibu Yanti Rukmayanti. Acara pelepasan dilaksanakan dihalaman Gedung Dana Pensiun Telkom tepat pukul 09.00 wib pada 2 April 2020.

Acara dilaksanakan di pagi hari, sambil berjemur di bawah sinar matahari dengan tetap melakukan social distancing di musim Covid-19 ini. Di waktu pagi inilah, sinar matahari masih belum terik sehingga kita bisa mendapatkan manfaat gratis kesehatan alami—sinar matahari pagi menghasilkan sinar UV (ultraviolet) yang menyentuh permukaan kulit untuk diubah oleh tubuh menjadi vitamin D, yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.

Selamat memasuki masa purna bhakti. Semoga semua karya dan karsa menjadi ibadah dan mendapat ganjaran yang berlipat kali dari Allah SWT, senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan barokah dari Allah SWT.

Masa pensiun adalah lembaran baru yang akan dilalui sebagian dari kita, dimana kita mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan dan tanam. Masa menjalani dan mengelola hidup lebih sehat dan bahagia. Masa untuk lebih menguatkan dan membesarkan kehidupan diri bersama-NYA. Semoga Bapak Muslikhudin, Ibu Yanti Rukmayanti dan sekeluarga senantiasa sehat, sukses dunia dan sukses akhirat.

 

MENJAGA KESINAMBUNGAN PERUSAHAAN MELALUI PENERAPAN BUDAYA

Oleh Tria Silpianti Rahayu

SEBUAH perusahaan dapat terus berkembang bahkan akan menjadi besar sangat dipengaruhi oleh bagaimana landasan di perusahaan ditegakkan. Salah satu landasan penting pada sebuah perusahaan adalah budaya yang diterapkan didalamnya. Kesuksesan tidak akan bisa direalisasikan tanpa penerapan budaya perusahaan secara baik. Budaya perusahaan yang baik tentunya akan menstimulus semua karyawan perusahaan untuk terus bekerja secara bersungguh-sungguh, bukan hanya sekedar bekerja demi mendapat gaji semata. Perusahaan yang diisi oleh kayawan yang bekerja sepenuh hati, akan mampu bertahan serta siap dalam persaingan.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, Dana Pensiun Telkom telah lebih dari lima tahun menerapkan budaya perusahaan The Dapen Telkom Way yang diadaptasi dan dikembangkan dari Budaya The Telkom Way. Bersyukur kepada Sang Pencipta Tuhan Semesta Alam, dengan menerapkan budaya The Dapen Telkom Way, Dana Pensiun Telkom berkembang dengan baik serta banyak mendapatkan penghargaan baik di lingkungan Telkom Group maupun dalam Industri Dana Pensiun di Indonesia.

Namun demikian, bila memperhatikan statistika Dana Pensiun di Indonesia yang dirilis oleh irektorat Statistik dan Informasi IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia pada posisi akhir Februari 2020 (tabel-1), dalam satu tahun telah terjadi pengurangan Dana Pensiun sebanyak lima dana pensiun. Pengurangan tersebut diyakini selain pengaruh kondisi ekonomi makro yang terus tertekan selama satu tahun terakhir juga dipengaruhi oleh penerapan budaya perusahaan yang kurang optimal di setiap Dana Pensiun.

Selain data di atas, seperti kita ketahui terdapat sejumlah perusahaan besar dunia, yang telah melakukan perubahan dalam perangkat kerja, hardware dan software, bahkan memasang perangkat artificial intelligence untuk menganalisa keadaan perusahaan dan bisnisnya, namun kemudian mengalami masalah sampai akhirnya mengalami kerugian bahkan kebangkrutan, akibat luput dalam melakukan upgrade pada unsur utama yang ada dalam perusahaan yaitu Manusia.

Sebagai bentuk antisipasi atas segala kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, serta belajar dari pengalaman PT. Telekomunikasi Indonesia selaku pendiri, Pengurus dan jajaran di Dana Pensiun Telkom saat ini telah membulatkan tekad untuk melakukan penyesuaian serta improvement terhadap budaya The Dapen Telkom Ways.

Upaya konkrit terus dilakukan, selain secara rutin melakukan peningkatan kompetensi karyawan melalui agenda pelatihan dan seminar, beberapa sharing session juga terus dikembangkan secara internal di lingkungan Dapen Telkom, baik sharing session di tingkat Bidang, Direktorat maupun pada tingkat Dana Pensiun Telkom secara keseluruhan.

Salah satu kegiatan sharing session yang dilaksanakan di Dapen Telkom pada 21 Februari 2020 berkaitan dengan budaya The Telkom Way in Digital Era dengan nara sumber Bapak Yuddy Aryadi selaku AVP Cultural Development Direktorat HCMDalam sharing session tersebut ditemukenali bahwa untuk selalu menjadi pemenang, budaya Telkom sebelumnya (The Telkom Way) seiring perjalanan waktu dan perkembangan jaman, mau tidak mau harus mengalami penyesuaian dan didalamnya harus dilengkapi dengan nilai-nilai yang diperlukan untuk selalu menciptakan kemenangan yang dituangkan dalam Telkom Codes sebagai Digital Ways of Working dengan nilai pembentuk Collaborative – Openness – Desire to reach purpose – innovativE– Selforganized.

Pada akhirnya Budaya Dapen Telkom, The Dapen Telkom Ways, akan diselaraskan dengan The Telkom Ways In Digital Era dengan Codes nya. Calender Of Cultural Action (COCA) di Dapen Telkom akan menyesuaikan dengan COCA TelkomGroup.

Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar Dana Pensiun Telkom dapat menciptakan kemenangan-kemenangan dan tetap Menjadi Dana Pensiun Pemberi Kerja Terbaik di Indonesia.

Salam 3S – Solid Speed Smart – WIN DIGITAL!

SHARING SESSION IMPLEMENTASI PSAK 71,72,73 BERSAMA KAPRO IFRS TELKOM GROUP

Oleh Nizar Bezanuar

SAAT pelaksanaan Rapim Dapen Telkom 2020 di Semarang, diadakan sesi khusus knowledge sharing dengan thema “Sharing session Implementasi PSAK 71, 72, dan 73” dan narasumber Bapak M. Wisnu Adji (Kapro IFRS TelkomGroup). Tentunya seluruh karyawan TelkomGroup mengenal siapa pak Wisnu, beliau lah yang membawa TelkomGroup selangkah lebih maju dibanding perusahaan-perusahaan plat merah lainnya dalam hal pengadopsian International Financial Reporting Standars (IFRS).

Adapun PSAK 71, 72, 73 sendiri akan sangat penting bagi Dapen Telkom karena akan diimplementasikan di 2020 ini.

Sesuai ketentuan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), PSAK 71, 72, dan 73 yang merupakan adopsi dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional IFRS, akan berlaku efektif per 1 Januari 2020.

Apa sih PSAK 71,72, 73 itu ???? yuk kita simak ulasan singkat berikut:

PSAK 71 mengatur Instrumen Keuangan mengadopsi dari IFRS 9, akan mengubah metode perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Selain industri perbankan dan perusahaan pembiayaan, PSAK 71 juga berdampak signifikan untuk perusahaan di luar industri keuangan yang mempunyai piutang lebih dari setahun. Untuk Dapen Telkom sendiri berdampak pada klasifikasi dan pengukuran asset keuangan serta pencadangan penurunan nilai asset keuangan.

Sementara PSAK 72 tentang Pendapatan Kontrak dari Pelanggan yang mengadopsi IFRS 15 akan mengubah secara signifikan kapan perusahaan mengakui pendapatan, pengukuran pendapatannya termasuk bagaimana penyajian dan pengungkapannya di laporan keuangan.PSAK 72 akan berdampak pada investee company Dapen Telkom yaitu dalam hal pengakuan pendapatan dan performance obligation.

Sedangkan PSAK 73 mengadopsi IFRS 16 yang mengatur mengenai Sewa (lease) akan mengubah secara signifkan pencatatan transaksi sewa dari sisi pihak penyewa (lessee). Hal yang menjadi tantangan adalah mengumpulkan seluruh kontrak yang mengandung sewa karena biasanya transaksi sewa tidak dilakukan secara terpusat, terutama perusahaan yang memiliki ratusan kantor cabang dan punya banyak anak perusahaan.

Naaahhh…… jadi sudah cukup jelas khan sekarang PSAK 71,72,73 itu.

Pembelajaran Kasus JIWASRAYA

Lebih lanjut pada sharing session dipaparkan mengenai kasus Jiwasraya yang belakang ini terjadi, sejarah masa lalu hasil laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Jiwasraya, dengan Opini Disclaimer, hal ini karena akuntansi Jiwasraya tidak dapat diandalkan untuk mendukung kewajiban manfaat polis (cadangan), artinya penyajian informasi cadangan tidak dapat diyakini kebenarannya. Sejak 2016, Laporan keuangan Jiwasraya mulai di-audit PwC dengan opini Unqualified Opinion . Di 2019, terdapat issue yang disinyalir disebabkan oleh persolan-persoalan yang memicu perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan gagal bayar polis yang jatuh tempo.

Belajar dari kasus tersebut maka, Dapen Telkom sebaiknya aware terhadap case Jiwasraya dengan melakukan Investasi yang match dengan jatuh tempo kewajibannya. Otoritas Jasa Keuangan diharapkan mengawasi seluruh Asuransi Jiwa yang menjual produk keuangan dalam bentuk Saving Plan dengan janji fix return dan Dapen Telkom senantiasa mematuhi aturan OJK terkait penanaman investasi yang sesuai. Dapen perlu menjaga asset program-penanaman modal investasinya pada instrument keuangan untuk program pensiun manfaat pasti Telkom. Bila asset program/underlying asset programnya pada instrument keuangan beresiko maka dapat menambah beban manfaat pensiun / paska kerja yang besar dan berdampak besar terhadap Net Income Telkom.

Maka selaras dengan core value budaya Dapen Telkom yaitu “3K” – Ketepatan, Keterbukaan, Komitmen, serta core value TelkomGroup “3S” Solid, Speed, Smart, Dapen Telkom senantiasa mematuhi aturan OJK terkait penanaman investasi yang sesuai. Dapen Telkom Always the best.

Manifestasi ‘Budaya Inovasi’

Oleh Rahmat Kurniawan

SEBAGAI salah satu rangkaian kegiatan RAPIM Dapen Telkom Tahun 2020, pada Jum’at 14 Februari 2020 jam 10 pagi WIB dilakukan acara Sharing Session terkait Bisnis Digital dengan narasumber CEO Tiket.Com, Bapak Gema. Tujuan sharing session ini agar semua karyawan Dapen Telkom maupun Investee Company mendapat insight seputar budaya inovasi, sekaligus membuka wawasan dan pemikiran budaya inovasi di luar Dapen Telkom dan TelkomGroup.­

Materi diawali dengan paparan budaya. Menurutnya budaya merupakan suatu hal yang bisa dijadikan identitas unik dan khas bagi suatu daerah/perusahaan, dan dapat memberikan nilai yang positif. Budaya yang ada dalam perusahaan akan menentukan apakah bisa menumbuhkan atau menghambat inovasi.

Inovasi adalah penciptaan produk atau layanan baru yang bernilai bagi pelanggan yang didukung dengan model bisnis berkelanjutan dan menguntungkan. Inovasi bisa muncul dari ide-ide sederhana yang kreatif, namun terkadang ide sederhana itu hanya berakhir tanpa direalisasikan. Sehingga Kolaborasi atasan dan bawahan amatlah diperlukan, dan harus terjalin harmonis agar inovasi bisa terus dihasilkan.

Memimpin dari Depan

Inovasi dimulai melalui kualitas leadership founder/CEO. Pemimpin organisiasi yang inovatif harus bersemangat dalam mengerjakan tugasnya, memiliki jiwa optimis dan positif, menampilkan visi yang nyata dan jelas, berfikir maju, merangkul perubahan. Pemimpin harus menjadi sosok pemikir yang berani, merangkul seluruh elemen organisasi, memainkan peran penting dalam membina organisasi yang inovatif.

Membangun Budaya Inovatif

Karyawan akan bekerja maksimal ketika terinspirasi dan terdorong untuk mendobrak batasan diri. Namun mereka tidak bisa melakukannya saat mereka merasa tidak dianggap. Karyawan perlu merasa bebas memiliki pemikiran inovatif dan mengikuti ide-ide yang diminati. Jika manajemen menumbuhkan lingkungan yang kreatif dan terbuka, inovasi akan lahir secara alami. Proses penyaringan saran pada satu ide akan lebih cepat dan efektif ketika seluruh elemen organisasi terlibat. Dengan membangun budaya organisasi yang kuat, setiap karyawan memiliki tanggung jawab inovasi masing-masing.

Membangun Tim yang Efektif

Tim yang memiliki performa sangat baik menjadi dambaan setiap perusahaan untuk mencapai kesuksesan. Syarat penting mencapai tahap tersebut diantaranya, engagement anggota tim, struktur efektif, tujuan yang jelas. Suatu tim perlu menciptakan rasa aman secara psikologis dimana komunikasi dilakukan secara terbuka dan jujur untuk mencapai keberhasilan.

Mengapresiasi Kegagalan

Satu hal yang berpengaruh terhadap kreativitas, inovasi karyawan adalah pengakuan. Setiap orang ingin diakui/dihargai ide serta inisiatifnya. Beberapa orang tidak mau mengungkapkan ide karena takut gagal/tidak sesuai keinginan. Cobalah menunjukan sikap toleransi, menerima, dan tetap memberikan penghargaan pada kegagalan tersebut.

Memahami Masalah Klien

Organisasi yang inovatif mendorong karyawan untuk menerima masalah dari klien. Setiap masalah maupun keluhan klien menjadi peluang emas untuk menghasilkan kualitas kinerja dan layanan yang selama ini dikerjakan. Pembelajaran dari berbagai masalah dan keluhan klien harus dibagi pada setiap karyawan, agar karyawan mendapatkan pembelajaran maksimal bagi perkembangan organisasi kedepan.

Mengukur dan Membandingkan Dengan yang Terbaik

Kita harus bisa menilai diri sendiri dan dibandingkan dengan pesaing, klien, maupun mitra industri bisnis lainnya. Apakah selama ini kita sudah cukup inovatif? Penting untuk mengetahui siapa “pemimpin” pasar atau industri dalam fokus yang sama dengan kita. Carilah strategi untuk mengejarnya.

Menerapkan Struktur Flat Management

Struktur manajemen perusahaan inovatif cenderung datar (lean organization), sehingga terjalinnya komunikasi terbuka dan mendorong kepercayaan diri karyawan. Tetapi, jika struktur tsb tidak cocok dengan budaya perusahaan, alternatifnya adalah mengadakan sebuah ajang kompetisi agar ide-ide karyawan dapat dimunculkan. Penting untuk diperhatikan untuk tetap membuat jalur yang bisa mengakomodasi berbagai ide-ide segar. Dalam praktek dan teori manajemen, tidak ada yang dipastikan superior, karena setiap aspek manajemen memiliki kelebihan dan kekurangan.

Gunakan Golden Circle dalam Mendesain Produk – Simon Sinek dan David Butler

Golden Circle bisa diterapkan dalam mendesain sebuah produk baru atau usaha baru serta dapat diterapkan dalam tahap pengembangan usaha melalui analisa kelebihan produk, kelemahan produk yang berujung pada kepuasan pelanggan.

Salam Solid, Speed, Smart.

KUNJUNGAN KRITERIA A SEMESTER II 2019

Dapen Telkom senantiasa berupaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada Penerima Manfaat Pensiun (PMP), salah satunya dengan Program Kunjungan kepada PMP yang termasuk dalam kategori Kriteia A. Kategori PMP Kriteria A untuk Semester II Tahun 2019 ini yaitu PMP yang berusia lebih dari 80 tahun yang sakit dan PMP yang berusia kurang dari 80 tahun yang sakit.

Tujuan dilaksanakannya kunjungan kriteria A ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi kepada PMP, mengetahui kondisi terkini dari PMP dan memberikan layanan langsung kepada PMP.
Di semester II tahun 2019 ini, PMP yang termasuk dalam kategori kriteria A berjumlah 2146 PMP, dengan sebaran sebagai berikut :

NO

P2TEL CABANG JUMLAH   NO P2TEL CABANG JUMLAH
1 BANDA ACEH 9 43 MAKASSAR 18
2 AMBON 14 44 MALANG 59
3 BALEENDAH 35 45 MANADO 8
4 BALIKPAPAN 7 46 MATARAM 16
5 BANJARMASIN 12 47 MEDAN 1 65
6 BANYUWANGI 28 48 MEDAN 2 73
7 BATURAJA 52 49 MOJOKERTO 14
8 BANDUNG TENGAH 33 50 PADANG 44
9 BANDUNG UTARA 39 51 PALEMBANG 29
10 BANDUNG TIMUR 23 52 PALU 9
11 BANDUNG SELATAN 109 53 PAMEKASAN 13
12 BANDUNG BARAT 34 54 PARE PARE 12
13 BINJAI 8 55 PASURUAN 6
14 BEKASI BARAT 17 56 PEKALONGAN 23
15 BEKASI TIMUR 17 57 PONTIANAK 24
16 BLITAR 5 58 PROBOLINGGO 28
17 BOGOR 52 59 PURWOKERTO 59
18 BOJONEGORO 17 60 RIDAR ( PEKANBARU ) 14
19 BONDOWOSO 10 61 RIKEP (TANJUNGPINANG) 8
20 BUKITTINGGI 43 62 SAMARINDA 7
21 CEPU 6 63 SURABAYA TIMUR 92
22 CIANJUR 9 64 SURABAYA BARAT 38
23 CIMAHI 45 65 SERANG 24
24 CIREBON 12 66 PEMATANG SIANTAR 24
25 DEPOK 30 67 SIBOLGA 13
26 ENDE 4 68 SIDOARJO 24
27 GARUT 8 69 SINGARAJA 7
28 GORONTALO 3 70 SEMARANG UTARA 63
29 JAMBI 1 71 SEMARANG SELATAN 63
30 JEMBER 8 72 SOLO/SURAKARTA 19
31 JAKARTA PUSBARU 82 73 SUBANG 17
32 JAKARTA TIMUR 40 74 SUKABUMI 6
33 JAKARTA SELATAN 14 75 SUMEDANG 34
34 JOMBANG 14 76 TANGERANG 15
35 KEDIRI 8 77 TANGERANG SELATAN 18
36 KISARAN 5 78 TASIKMALAYA 23
37 KUDUS 32 79 TEGAL 22
38 KUPANG 6 80 TERNATE 2
39 BANDARLAMPUNG 45 81 TULUNGAGUNG 12
40 LHOKSEUMAWE 19 82 UJUNG BERUNG 51
41 MADIUN 35 83 YOGYAKARTA 29
42 MAGELANG 40 TOTAL 2146

Dalam pelaksanaan Kunjungan Kriteria A Semester II 2019, Dapen Telkom bekerja sama dengan P2TEL untuk melakukan kunjungan sesuai dengan yang tertera dalam PKS antara Dapen Telkom dan P2TEL. Dari hasil kunjungan diharapkan Dapen Telkom dapat mengetahui kondisi kesehatan, kondisi tempat tinggal, khususnya mengenai pengambilan MP per bulannya. Kegiatan Kunjungan ini dilakukan mulai 23 September 2019 s.d. 22 Oktober 2019.

Dengan pelaksanaan kunjungan ini diharapkan akan meningkatkan pelayanan kepada PMP dan juga sinergi Dapen Telkom dengan P2Tel.

Work and Life The Power of Diversity

Cikao Park, Purwakarta – Dapen Telkom menggelar acara Family Gathering yang bertema Work and Life The Power of Diversity yang diikuti oleh seluruh Karyawan/ti, Mitra ISH, WLT, Koperasi beserta keluarga. Sabtu (26/10).

Seluruh keluarga menikmati dan terhibur dengan wahana yang berada di Cikao Park, sebuah tempat wisata edukasi dan rekreasi yang cocok bagi keluarga. Tempat wisata yang memiliki konsep kearifan lokal menyuguhkan berbagai wahana. Di area Water Park, memiliki Kolam Ombak, Mandi Busa, dan berbagai kolam lainnya. Cikao Park juga memiliki Taman satwa yang di dalamnya terdapat Taman Burung, Taman Rabbit, Taman Reptil hingga Taman Lampion. Tak ketinggalan terdapat juga Rumah Illusi yang keren untuk berfoto dan ada juga Area ATV serta Area Bermain lainnya yang dapat memanjakan setiap pengunjungnya. Sehingga diharapkan keluarga besar DAPEN Telkom dapat  berkumpul dengan games menarik untuk anak-anak dan untuk orang tua. Untuk lebih menarik keaktifan karyawan/ karyawati dan keluarga, pada acara ini juga dibagikan doorprize bagi peserta yang mengikuti game yang diadakan.

Sulthonul Arifin – Direktur Kepesertaan dalam sambutannya sangat bahagia dapat bertemu dengan seluruh anggota keluarga Dapen Telkom dan para Pengurus pun memperkenal kan anggota keluarga mereka.

SOSIALISASI TATAP MUKA KEPADA PMP JOMBANG SERTA PENGURUS P2TEL TULUNGAGUNG, MOJOKERTO, BLITAR, KEDIRI, MADIUN

Jombang – Dapen Telkom menyelenggarakan Sosialisasi Tatap Muka kepada Penerima Manfaat Pensiun (PMP) bertempat di Aula Koperasi Jl. Adityawarman No. 70 Jombang, dengan jumlah yang hadir sebanyak ± 120 orang. Kegiatan Sosialisasi ini melibatkan sinergi 5 Pilar yang menopang kesejahteraan Pensiunan yaitu PT. Telkom, Dapen Telkom, Yakes Telkom, Sekar, dan P2TEL, Senin (16/9).

Hadir dalam acara tersebut manajemen Dapen Telkom, Yakes Telkom, P2TEL Pusat serta Pengurus dan anggota P2TEL Jombang, Tulungagung, Mojokerto, Blitar, Kediri, dan Madiun. Acara Sosialisasi diawali dengan mengisi daftar hadir, perekaman sidik jari, pembukaan oleh MC, sambutan dari Ketua PC Jombang Sudarsono, Kakandatel Jombang Isno Wibowo Murhadi, kemudian do’a bersama dan menyanyikan lagu Mars P2TEL. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi presentasi dari Lely Dwi Prihaksari perwakilan dari Dapen Telkom dengan tema Fun & Care Pensiun Bahagia, Sehat dan Sejahtera. Pada sesi berikutnya disampaikan oleh Hartati perwakilan dari Yakes Telkom dengan tema Sehat Tanpa Obat. Lalu dilanjutkan penyampaian materi presentasi dari Ruchiyat perwakilan dari P2TEL Pusat, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

Setelah sosialisasi kepada PMP, siang harinya diisi dengan Rapat Koordinasi bersama Pengurus P2TEL Cabang Jombang, Tulungagung, Mojokerto, Blitar, Kediri, Madiun dimana setiap PC diberi kesempatan untuk mempresentasikan mengenai masing-masing cabang dan dilanjutkan dengan MUSCAB PC Jombang. Acara ditutup dengan foto bersama.

Pisah Sambut Presiden Direktur, Direktur Investasi, dan Kabid Managemen Keuangan Dapen Telkom

Bandung – Dapen Telkom menyelenggarakan Farewell Night yaitu pisah sambut Presiden Direktur – Gatot Rustamadji, Direktur Investasi Sujadi Merdeka, dan Kabid Management Keuangan Sutarji, di mana Sujadi dan Sutarji telah memasuki masa pensiun sedang Gatot Rustamadji mendapatkan tugas baru menjadi SA HCM, Jumat (6/9).

Acara tersebut mengundang pula BOD Investee Company Dapen Telkom, para mitra Securtias, mitra Manager Investasi, mitra Perbankan dan mengundang pula Ketua Umum P2TEL Pusat.

Gatot Rustamadji yang kini mutasi kerja menjadi SA HCM dan digantikan Hadian Giri S sebagai PGS. Presiden Direktur Sujadi Merdeka memasuki masa pensiun dan digantikan Abdul Hadi sebagai Direktur Investasi Dapen Telkom. Kemudian Sutarji sebagai Kabid Keuangan juga memasuki masa pension dan Hadian Giri S yang sebelumnya Direktur Keuangan & SDM digantikan oleh Siti Rakhmawati.

Suasana acara digelar sesuai dengan kota kelahiran Gatot Rustamadji yaitu Yogyakarta dengan cukup meriah dan mengharukan. Acara diisi dengan sambutan PGS Presiden Direktur Hadian Giri Santoso, penayangan Video perjalanan karir Sutarji serta pesan dan kesan Sutarji selama bekerja di Telkom. Selanjutnya penayangan Video perjalanan karir Sujadi Merdeka yang tak lupa memberikan pesan dan kesannya, serta penayangan video perjalanan karir Gatot Rustamadji dan menyampaikan pesan dan kesannya.

Acara ditutup dengan memberikan salam perpisahan dari seluruh Karyawan Dapen Telkom dan para undangan.